Pondok Pesantren Al - Futuh Pandes II, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta

Mencetak kader pemimpin umat, membangun peradaban dunia, mendidik santri untuk memiliki karakter muslim yang kuat dan Cerdas.

Santri Al - Futuh Pandes II, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta

Mencetak Generasi Baru yang berlandaskan Islam, Cerdas, Kritis dan Kreatif.

Visi

Mencetak kader pemimpin umat, Membangun peradaban dunia, mendidik santri untuk memiliki karakter muslim yang kuat dan cerdas.

PonPes Al-futuh, Pandes II, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib).

TK MASYITOH Al - Futuh Pandes II, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta

Mencetak Generasi Baru yang berlandaskan Islam, Cerdas, Kritis dan Kreatif. Serta disiapkan Untuk Melanjutkan kejenjang sekolah Dasar.

Sabtu, 21 April 2012

Subhanallah, Dahsyatnya Khasiat Wudhu


Wudhu adalah ritual yang mengutamakan unsur kesehatan. Bagian-bagian yang dibasuh merupakan titik-titik penting peremajaan tubuh. Di lain pihak juga merupakan pintu masuk bagi ribuan kuman,virus, dan bakteri. Bagaimana wudhu menangkalnya?

Stimulasi Titik Biologis

Dalam sebuah artikel yang ditulis Dr. Magomedov,asisten pada lembaga General Hygiene and Ecology di Daghestan State Medical Academy dijelaskan bagaiman wudhu dapat menstimulasi/merangsang irama tubuh alami. Rangsangan ini muncul pada seluruh tubuh,khususnya pada area yang disebut Biological Active Spots (BASes) atau titik-titk aktif biologis. Menurut riset ini,BASes mirip dengan titik-titik refleksologi Cina.

Bedanya,terang Dr. Magomedov,untuk menguasai titik-titik refleksi Cina dengan tuntas paling tidak dibutuhkan waktu 15-20 tahun. Bandingkan dengan praktik wudhu yang sangat sederhana. Keutamaan lainnya,refleksologi hanya berfungsi menyembuhkan sedangkan wudhu sangat efektif mencegah masuknya bibit penyakit.

Menurut peneliti yang juga menguasai ilmu refleksologi Cina ini,61 dari 65 titik refleks Cina adalah bagian tubuh yang dibasuh air wudhu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut,dimana bagian ini juga merupakan area wudhu yang tidak diwajibkan.

Sistem metabolisme tubuh manusia terhubung dengan jutaan saraf yang ujungnya tersebar di sepanjang kulit. Guyuran air wudhu dalam konsep pengobatan modern adalah hidromassage alias pijat dengan memanfaatkan air sebagai media penyembuhan.

Membasuh area wajah misalnya,pijatan air akan memberi efek positif pada usus,ginjal, dan sisitem saraf maupun reproduksi. Membasuh kaki kiri berefek positif pada kelenjat pituitari. Di telinga terdapat ratusan titik biologis yang akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi sakit.

Hancurkan Penyusup

Dari sudut pandang pengobatan medis,Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers: a Sport for the Body and Soul menjelaskan bahwa wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Cara paling efektif mengeyahkan resiko ini adalah membersihkannya secara rutin. Berwudhu lima kali sehari adalah antisipasi yang lebih dari cukup.

Menurut Salem,membasuh wajah meremajakan sel-sel kulit muka dan membantu mencegah munculnya keriput. Selain kulit,wudhu juga meremajakan selaput lendir yang menjadi gugus depan pertahanan tubuh. Peremajaan menjadi penting karena salah satu tugas utama lendir ibarat membawa contoh benda asing yang masuk kepada 2 senjata pamungkas yang sudah dimilki oleh manusia secara alami,limfosit T(sel T) dan limfosit B(sel B).Keduanya bersiaga di jaringan limfoid dan sistem getah bening serta mampu menghancurkan penyusup yang berniat buruk terhadap tubuh. Bayangkan jika fungsi mereka terganggu. Sebaliknya, wudhu meningkatkan daya kerja mereka.

Pintu masuk lain yang tak kalah penting adalah lubang hidung. Dalam wudhu disunnahkan menghirup air kedalam hidung dan kemudian mengeluarkannya. Cara ini adalah penangkal efektif ISPA (infeksi saluran pernapasan akut),TBC, dan kanker nasofaring secara dini.
Kita sebagai seorang muslim sangat dianjurkan untuk selalu mengambil air wudhu ketika sedang berhadast. Tidak hanya pada waktu sholat,tetapi juga di waktu yang lain. Salah satunya ketika hendak membaca Al-Qur’an,setelah mengantarkan jenazah,bangun dari tidur ataupun ketika sedang mengantuk.

Selain fungsi fisiologis,wudhu juga efektif mengendalikan emosi. Setiap kali mersa ingin marah, seorang muslim sangat dianjurkan untuk mengambil air wudhu untuk mendinginkan pikiran dan menentramkan hati. Apa pun yang yang telah diperintahkan oleh Allah tentu memberi banyak manfaat dan solusi tanpa meninggalkan resiko.Oleh karenanya,mari sebagai seorang muslim kita budayakan kebiasaan untuk selalu berwudhu dalam keseharian kita.Allah sangat mencintai orang-orang yang selalu membersihkan diri.

Artikel www. www.dakwatuna.com.com, dipublish ulang dan disesuaikan oleh http://www..afutuhnews.blogspot.com

Jumat, 20 April 2012

Sejenak bersama Al Qur’an


Alhamdulillahi  Robbil ‘alamin washolaatu wassalaamu ‘alaa Rosulillah waba’du:
Sesungguhnya Al Qur’an adalah kalam Allah yang nyata, dan kitabNya yang agung dan terjaga, yang dijadikan Allah sebagai obat bagi hati dari penyakit syubhat dan syahwat, serta obat  jasmani dari perbagai macam penyakit  , demikian juga Allah Menjadikannya sebagai pembeda antara yang halal dan haram, yang haq dan yang batil, antara jalan kebahagiaan dan kesengsaraan.

Tantangan  Al Qur’an.

Al Qur’an adalah mujizat yang kekal hingga hari kiamat, Allah menantang seluruh makhluqnya baik jin maupun manusia untuk membuat seperti Al Qur’an namun mereka tidak mampu.

[{ قل لئن اجتمعت الإنس والجن على أن يأتوا بمثل هذا القرآن لا يأتون بمثله ولو كان بعضهم لبعض ظهيراً }[ الإسراء: 88

Artinya :  Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".[Al-Isro: 88]
Kemudian Allah Menantang mereka untuk membuat sepuluh surat seperti Al Qur’an namun mereka tetap tidak mampu.

 { قل فأتوا بعشر سور مثله مفتريات وادعوا من استطعتم من دون الله إن كنتم صادقين }[ هود : 13]

Artinya : Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu", Katakanlah: "(Kalau demikian), Maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar". [ Hud: 13]

Kemudian Allah Menantang mereka untuk mendatangkan satu surat saja, namun mereka tetap saja tidak mampu.

{ وإن كنتم في ريب مما نزلنا على عبدننا فأتوا بسورة من مثله وادعوا شهداءكم من دون الله إن كنتم صادقين } [البقرة:23]

Artinya : Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. [ Al-Baqarah : 23]
Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran Al Quran itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan bahasa karena ia merupakan mukjizat Nabi Muhammad shallawahu ‘alaihi wasallam.

Dialah kitab yang penuh keberkahan, didalamnya terdapat banyak kebaikan dan ilmu, rahasia-rahasia yang menakjubkan, dan norma-norma yang luhur, dimana seluruh keberkahan dan kebahagiaan didunia dan akhirat hanyalah dapat dicapai dengan mengambilnya sebagai petunjuk dan panutan, demikian pula semua kesengsaraan dan kesempitan dunia disebabkan karena meninggalkan Al Qur’an dan berhukum dengannya.

Cerita Al Quran tentang Al Quran.

1.      Al Qur’an merupakan obat dan rahmat :

: { وننزل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين ولا يزيد الظالمين إلا خساراً } [ الإسراء : 82 ]
Artinya : Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.[ Al Isro’ : 82].

2.      Al Quran merupakan petunjuk dan cahaya :

: { يهدي به الله من اتبع رضوانه سبل السلام ويخرجهم من الظلمات إلى النور } [ المائدة : 16 ]

Artinya : Dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. [ Al Maidah : 16 ].

3.      Al Quran membawa berita gembira adanya pahala yang besar :

: { إن هذا القرآن يهدي للتي هي أقوم ويبشر المؤمنين الذين يعملون الصالحات أن لهم أجراً كبيرا } [ الإسراء : 9 ]

Artinya : Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, [ Al Isro’ : 9]

4.      Al Quran merupakan hikmah :

: { ذلك نتلوه عليك من الآيات والذكر الحكيم } [ آل عمران : 58 ]

Artinya : Demikianlah (kisah 'Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Quran yang penuh hikmah. [ Ali Imran : 58 ].

5.      Al Quran merupakan peringatan dan nasihat :

{ فذكر بالقرآن من يخاف وعيد } [ق:45]

Artinya : Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku.[ Qoof : 45]

{ يا أيها الناس قد جاءتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور وهدى ورحمة للمؤمنين } [ يونس : 57 ]

Artinya : Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. [ Yunus : 57 ]

6.      Al Quran merupakan ruh dan kehidupan :

{ وكذلك أوحينا إليك روحاً من أمرنا } [الشورى:52]

Artinya :Dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.[ Asyuro : 52]

7.      Al Quran mengandung ilmu segala sesuatu dan penjelasannya :

{ ما فرطنا في الكتاب من شيء } [الأنعام: 38]

Artinya : Dan Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.[Al An’am: 38 ]

Sebahagian mufassirin menafsirkan Al-Kitab itu dengan Lauhul mahfudz dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauhul mahfudz. dan ada pula yang menafsirkannya dengan Al-Quran dengan arti: dalam Al-Quran itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.

{ ولقد صرفنا في هذا القرآن للناس من كل مثل } [ الكهف:54]،

Artinya : Dan Sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. [ Al Kahfi : 54 ]

{ ونزلنا عليك الكتاب تبياناً لكل شيء } [ النحل : 89 ]

Artinya :  dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. [ An Nahl : 89 ]

8.      Allah Subhanahu wa Ta’alaa bersumpah dengan Al Quran dan menyebutnya sebagai kitab yang mulia.


{ ق والقرآن المجيد } [ ق :1]

Artinya : Qaaf, demi Al Quran yang sangat mulia. [ Qaaf : 1 ]

9.      Allah Ta’alaa memerintahkan kita untuk mentadabburi Al Quran, dan menyebut orang yang enggan mentadabburinya sebagai orang dholim yang buta pandangannya.

{أفلا يتدبرون القرآن أم على قلوب أقفالها } [ محمد : 24 ]

Artinya : Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?
[ Muhammad : 24 ]

Semua itu menjelaskan kedudukan kitab yang agung ini, dan keutamaan memperhatikannya, baik secara tilawah, hapalan, tadabbur, maupun dengan mempelajarinya. Maka dimanakah para penghafal Al Quran ? dimanakah para pemuda yang beriman ? dimanakah para muttaqin dan muhsinin ?

Sikap kita terhadap Al Quran.

Akhi fillah, apabila kita merenungi keadaan kita bersama Al Quran niscaya kita mendapati diri kita jauh dari petunjuk Al Quran dan ajaran-ajarannya. Kebanyakan manusia tidak membaca Al Quran sama sekali, sebagian mereka tidak membacanya kecuali dalam sholat-sholat mereka, sebagian lagi tidak membacanya kecuali terpaksa, sebagian lainnya membacanya namun tidak mengamalkannya, bahkan sebagian ada yang mendustakan sebagian ayat Al Quran dan menghalangi manusia dari jalannya, atau menganggap bahwa sebagian hukumnya tidak sesuai dengan zaman kita sekarang, ini termasuk kekufuran yang nyata dan mengikuti jalannya orang yang tidak beriman.

Bentuk-bentuk meng hajr (meninggalkan) Al Quran.

Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata : (( meninggalkan Al Quran ada beberapa macam :

Pertama         : tidak mau mendengarkannya dan mengimaninya.

Kedua                        : tidak mengamalkannya atau mentaati perkara yang telah jelas halal atau haram didalamnya, meskipun dia membacanya dan beriman kepadanya.

Ketiga                        : tidak menjadikannya sebagai hakim dalam masalah pokok agama maupun cabang-cabangnya.

Keempat        : tidak mau mentadaburinya dan memahami maksudnya.

Kelima           : tidak mau menjadikannya sebagai obat untuk seluruh penyakit hati.
Semua ini termasuk dalam firman Nya :

{ وقال الرسول يا رب إن قومي اتخذوا هذا القرآن مهجورا} [ الفرقان : 30 ]

Artinya :  Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan". [ Al Furqon : 30 ]

Meskipun sebagian hajr lebih ringan dosanya dari pada sebagian lainnya.
Sebab-sebab meng hajr Al Quran :

1.      Tidak adanya keimanan, mendustainya secara batin meskipun tidak menyatakannya secara terang-terangan.

2.      Jahil akan makna-maknanya dan sisi-sisi kemukjizatannya.

3.      Tenggelam dalam kehidupan dunia dan lalai dari akhirat.

4.      Mendengarkan music dan nyanyian.

5.      Panjang angan-angan dan menunda-nunda dalam nelaksanakan ketaatan  diantaranya dalam membaca Al Quran.

6.      Takabbur dan enggan mempelajari Al Quran, lalu meninggalkannya sehingga dia dikatakan : dia tidak bisa membacanya.

7.      Sibuk dengan selain Al Quran, seperti sibuknya para penuntut ilmu hadits sehingga melalaikan Al Quran, dengan anggapan mereka mencintai sunah, yang benar adalah sunah tidak akan hidup kecuali dengan Al Quran.