Pondok Pesantren Al - Futuh Pandes II, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Mencetak kader pemimpin umat, membangun peradaban dunia, mendidik santri untuk memiliki karakter muslim yang kuat dan Cerdas.
Santri Al - Futuh Pandes II, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Mencetak Generasi Baru yang berlandaskan Islam, Cerdas, Kritis dan Kreatif.
Visi
Mencetak kader pemimpin umat, Membangun peradaban dunia, mendidik santri untuk memiliki karakter muslim yang kuat dan cerdas.
PonPes Al-futuh, Pandes II, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib).
TK MASYITOH Al - Futuh Pandes II, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Mencetak Generasi Baru yang berlandaskan Islam, Cerdas, Kritis dan Kreatif. Serta disiapkan Untuk Melanjutkan kejenjang sekolah Dasar.
Selasa, 22 Mei 2012
Dimana Tempat Roh Setelah Kematian
Al-Hamdulillah,
segala puji bagi Allah yang dari-Nya semua nikmat berasal. Shalawat dan salam
semoga terlimpah dan tercurah kepada baginda Rasulillah Muhammad Shallallahu
'Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Jika kita mengetahui
keberadaan roh–apakah di jasad, di langit, atau di bumi–apakah kemudian kita
akan menjadi semakin rajin beribadah, atau kita menjadi semakin takut kepada
Allah? Jika yang ditanyakan “Apakah roh orang yang zalim juga disiksa?”,
mungkin bisa kita katakan bahwa pertanyaan tersebut termasuk pertanyaan yang
wajar karena, boleh jadi, jawaban atas pertanyaan tersebut bisa menambah
ketakwaan kita. Namun, tentunya tidak bermanfaat jika pertanyaan tentang
keberadaan roh ini terkait dengan pemahaman yang salah di masyarakat. Oleh
karena itu, Allah mencela sikap orang Yahudi yang bertanya tentang roh,
sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Isra`, ayat 85.
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ
مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلا قَلِيلا
“Dan mereka
bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu Termasuk urusan Tuhan-ku,
dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS. Al-Isra' : 85)
Kedua, dari
penjelasan di atas, bukan berarti bahwa para ulama tidak membahas masalah
tempat roh setelah orangnya meninggal. Syeikh Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar
menjelaskan posisi roh setelah terpisah dari jasad (dalam buku Al-Yaumul Akhir,
hlm. 102), dengan rincian sebagai berikut:
a). Roh para nabi.
Roh mereka berada di
tempat tertinggi, bersama para malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam, pada detik-detik wafatnya, mengatakan, “Ar-Rafiiqul a’la (kumpulkanlah
aku bersama sahabat terbaik yang berada di atas).”
b). Roh para syuhada.
Roh mereka berada di
tembolok burung-burung hijau di surga. Burung ini memiliki sarang yang
menggantung di bawah ‘Arsy, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat
muslim.
c). Roh orang mukmin
yang saleh.
Roh mereka berada di
tembolok burung (bukan burung berwarna hijau) yang bergelantungan di
pohon-pohon surga, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad yang
dinilai sahih oleh Al-Albani.
d). Roh ahli maksiat
(orang yang gemar bermaksiat).
Roh mereka berada di
tempat mereka mendapat siksaan.
-
Roh pezina berada di suatu lubang seperti tanur; bagian atasnya sempit, dan
bagian bawahnya longgar. Dari bawah tanur ini dinyalakan api, kemudian mereka
berlomba-lomba berebut naik ke atas.
-
Roh orang yang makan hasil riba berada di sungai darah; dia berenang, berusaha
menepi. Ketika hampir sampai ke tepi, dia dilempari batu, kemudian dia berbalik
lagi ke tengah.
-
Roh tukang bohong akan digantung, kemudian mulutnya dirobek sampai ke tengkuk.
Semua ini disebutkan
dalam hadis sahih yang diriwayatkan Bukhari.
e). Roh orang kafir.
Roh mereka disiksa di
alam kubur, dengan siksaan yang pedih. Dia dipukul dengan gadha oleh sosok
makhluk yang buta lagi tuli. Andaikan gadha itu dipukulkan ke gunung, niscaya
gunung tersebut akan menjadi tanah. Ini, sebagaimana disebutkan dalam hadis
riwayat An-Nasa’i. Allahu a’lam.
Mengenal Lebih Dekat Siapa Jin Qorin?
Al-Hamdulillah,
segala puji bagi Allah yang dari-Nya semua nikmat berasal. Shalawat dan salam
semoga terlimpah dan tercurah kepada baginda Rasulillah Muhammad Shallallahu
'Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Qorin adalah jin yang
ditugasi untuk mendampingi setiap manusia dengan tugas menggoda dan
menyesatkannya. Karena itu, qorin termasuk setan dari kalangan jin.
Syaikh Ibnu Utsaimin
ditanya, “Apa itu qorin?” Beliau menjawab, “Qorin adalah setan yang ditugasi
untuk menyesatkan manusia dengan izin Allah. Dia bertugas memerintahkan
kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Sebagaimana yang Allah firmankan,
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم
بِالْفَحْشَآءِ وَاللهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلاً وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Setan menjanjikan
kefakiran untuk kalian dan memerintahkan kemungkaran. Sementara Allah
menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 268)
Akan tetapi, jika Allah memberikan karunia kepada
hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, selalu tunduk kepada Allah, lebih
menginginkan akhirat dan tidak mementingkan dunia maka Allah akan menolongnya
agar tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga dia tidak mampu menyesatkannya.
(Majmu’ Fatawa, 17:427)
Dalil Adanya Jin
Qorin
Di antara dalil yang
menunjukkan adanya qorin:
a. Firman Allah
قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ
وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ
“Yang menyertai
manusia berkata : “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah
yang berada dalam kesesatan yang jauh.” (QS. Qaf: 27)
Dalam tafsir Ibn
Katsir dinyatakan bahwasanya Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, Mujahid, Qatadah dan
beberapa ulama lainnya mengatakan, “Yang menyertai manusia adalah setan yang
ditugasi untuk menyertai manusia.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7:403)
b. Hadis Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dari Ibnu Mas’ud
radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang
di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan
jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau
menjawab,
وَإِيَّايَ إِلاَّ أَنَّ اللَّه أَعَانَنِي
عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلا يَأْمُرنِي إِلاَّ بِخَيْرٍ
“Termasuk saya,
hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam.
Karen itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR.
Muslim)
Tugas jin Qorin
Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
ما منكم من أحد إلاوقد وكل به قرينه من
الجن
“Setiap orang di
antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan
jin.” (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi
mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin
qorin dan bisikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu bahwa dia
bersama kita, agar kita selalu waspada sebisa mungkin. (Syarh Shahih
Muslim, 17:158)
Syaikh Muhammad bin
Shalih Al-Munajid menjelaskan, “Berdasarkan perenungan terhadap berbagai
dalil dari Alquran dan sunah dapat disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi jin
qorin selain menyesatkan, mengganggu, dan membisikkan was-was. Godaan jin qorin
ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan iman pada disi seseorang.”
(Fatawa Islam, tanya jawab, no. 149459)
Apakah qorin juga
menyertai manusia setelah dia meninggal?
Syaikh Ibnu Utsaimin
menjelaskan, “Apakah qorin ini akan terus menyertai manusia, sampai
menemaninya di kuburan? jawabnya, Tidak. Zahir hadis –Allahu a’lam– menunjukkan
bahwa dengan berakhirnya usia manusia, maka jin ini akan meninggalkannya.
Karena tugas yang dia emban telah berakhir. Ketika manusia mati maka akan
terputus semua amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang
bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Muslim). (Majmu’
Fatawa, 17:427)
Cara Melindungi Diri
dari Jin Qorin
Banyaklah berdzikir
dan memohon perlindungan kepada Allah. Jika kita sungguh-sungguh melakukan hal
ini, insyaaAllah, akan datang perlindungan dari Sang Kuasa. Allah berfirman,
وَإِمَّا يَنَزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ
نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Apabila setan
menggodamu maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-A’raf: 200)
Dalam Tafsir As-Sa’di
dinyatakan, “Kapanpun, dan dalam keadaan apapun, ketika setan menggoda Anda,
dimana Anda merasakan adanya bisikan, menghalangi Anda untuk melakukan
kebaikan, mendorong Anda untuk berdosa, atau membangkitkan semangat Anda untuk
maksiat maka berlindunglah kepada Allah, sandarkan diri Anda kepada Allah,
mintalah perlindungan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar terhadap apa
yang anda ucapkan dan Maha Mengetahui niat Anda, kekuatan dan kelemahan Anda.
Dia mengetahui kesungguhan Anda dalam bersandar kepada-Nya, sehingga Dia akan
melindungi Anda dari godaan dan was-was setan. (Taisir Karimir Rahman, Hal.313)
Siapa Malaikat Pendampingmu
Al-Hamdulillah,
segala puji bagi Allah yang dari-Nya semua nikmat berasal. Shalawat dan salam
semoga terlimpah dan tercurah kepada baginda Rasulillah Muhammad Shallallahu
'Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Dalam surat Ar-Ra’d,
Allah berfirman,
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ
وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللهِ
“Bagi manusia ada
malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya,
mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ibnu Abbas
menjelaskan,
هم الملائكة يحفظونَهُ بأمرِ الله ، فإذا
جاء القدر خَلُّوْا عنه
“Mereka adalah
para malaikat yang menjaga manusia dengan perintah Allah, jika ada takdir yang akan
menimpanya maka malaikat ini menyingkir darinya” (Tafsir At-Thabari,
no.20217)
Hal yang sama juga
dijelaskan ahli tafsir dari kalangan Tabi’in, Imam Mujahid. Beliau menjelaskan
ayat ini
مع كل إنسان حَفَظَةٌ يحفظونه من أمر الله
“Pada
masing-masing manusia ada seorang malaikat penjaga. mereka menjaga orang
tersebut dengan perintah Allah” (Tafsir Ath-Thabari, no. 20214)
Senin, 21 Mei 2012
Ternyata Ada Yang Mencuri Berita Dari Langit
Alhamdulillah. Kita
panjatkan segala puji pada Allah dan kita meminta pertolonganNya. Seraya
memohon ampun dan meminta perlindunganNya dari segala keburukan jiwa dan dari
kejelekan amaliah. Barangsiapa yang telah Allah tunjukkan jalan baginya, maka
tiada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan
jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Allah limpahkanlah
salawat dan salam bagi Muhammad saw berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya,
semuanya.
Mengapa ramalan dari
tukang ramal, dukun, paranormal, atau tukang sihir terkadang sesuai dengan
kenyataan? Ternyata ada yang mencuri berita dari langit. Mereka bekerjasama
dengan syaithan dari bangsa jin yang berusaha menyadap berita yang terjadi dari
langit.
Allah menciptakan
langit berlapis-lapis dan bertingkat-tingkat. Allah berfirman,
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَا تَرَى فِي خَلْقِ
الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ
“Yang telah menciptakan
tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb
Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang,
adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang.” (Qs. Al Mulk: 3).
Allah berfirman,
أَلَمْ
تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا
“Tidakkah kamu
perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?”
(Qs. Nuh: 15).
Tiap-tiap lapisan ada
penghuninya sebagaimana halnya bumi.
Allah berfirman,
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ
وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ
إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
“Langit yang
tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada
suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak
mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha
Pengampun..” (Qs. Al Isra’: 44)
Berita Langit
Sebagaimana telah
maklum bahwa sumber segala urusan adalah berasal dari Allah. Dia berfirman, “Allah
mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya
kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Rabbmu.” (Qs. Ar Ra’d: 2). Jadi,
Allah mengatur segala urusan sesuai dengan kehendaknya. Allah berfirman, “Sesungguhnya
perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:
‘Jadilah!’ maka terjadilah ia.” (Qs. Yasin: 82). Inilah yang disebut
dengan berita langit. Apapun yang terjadi di alam semesta ini tidak lepas dari
ilmu, kehendak, ciptaan dan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Semua yang
ada di langit dan di bumi selalu minta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam
kesibukan.” (Qs. Ar Rahman: 29). Maksudnya Allah senantiasa dalam
keadaan menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rezeki, dan
lain-lain.
Fungsi Bintang di
Langit
Allah menciptakan
segala sesuatu tidak sia-sia. Semua mengandung hikmah. Allah menjadikan
bintang-bintang di langit selain sebagai hiasan dan penunjuk arah adalah untuk
menjaga langit dari para pencuri beritanya. Allah berfirman,
“Sesungguhnya Kami
telah menghias langit yang terdekat (langit dunia) dengan hiasan, yaitu
bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap
syaithan yang sangat durhaka, syaithan-syaithan itu tidak dapat
mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari
segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, akan
tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia
dikejar oleh suluh api yang cemerlang.” (Qs. Ash Shaffat: 6-10)
Qotadah berkata, “Bintang-bintang
diciptakan untuk 3 perkara; sebagai hiasan langit, alat pelempar
syaithan-syaithan, dan penunjuk arah. Barangsiapa yang menafsirkan keberadaan
bintang-bintang itu untuk selain dari 3 perkara tersebut maka dia telah salah
dan menyia-nyiakan amalnya serta memberat-beratkan dirinya dengan sesuatu yang
tidak ia ketahui. (HR. Al Bukhori)
Penjagaan Langit
Jin-jin itu berkata
sebagaimana diceritakan Allah, “Dan sesungguhnya kami telah mencoba
mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang
kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa
tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi
sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu
akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (Qs. Al
Jin: 8-9)
Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila Allah menetapkan perintah di atas langit,
para malaikat mengepakkan sayap-sayapnya karena patuh akan firman-Nya,
seakan-akan firman (yang didengar) itu seperti gemerincing rantai besi (yang
ditarik) di atas batu rata, hal itu memekakkan mereka (sehingga mereka jatuh
pingsan karena ketakutan). Maka apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati
mereka, mereka berkata: ‘Apakah yang difirmankan oleh Tuhanmu?’ Mereka
menjawab: (Perkataan) yang benar’. Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Ketika itulah, (syaithan-syaithan) penyadap berita (wahyu) mendengarnya.
Keadaan penyadap berita itu seperti ini: Sebagian mereka di atas sebagian yang
lain -digambarkan Sufyan dengan telapak tangannya, dengan direnggangkan dan
dibuka jari-jemarinya- maka ketika penyadap berita (yang di atas) mendengar kalimat
(firman) itu, disampaikanlah kepada yang di bawahnya, kemudian disampaikan lagi
kepada yang ada di bawahnya, dan demikian seterusnya hingga disampaikan ke
mulut tukang sihir atau tukang ramal. Akan tetapi kadangkala syaithan penyadap
berita itu terkena syihab (panah api) sebelum sempat menyampaikan kalimat
(firman) tersebut, dan kadang kala sudah sempat menyampaikannya sebelum terkena
syihab; dengan satu kalimat yang didengarnya itulah, tukang sihir atau tukang
ramal meIakukan seratus macam kebohongan. Mereka (yang mendatangi tukang sihir
atau tukang ramal) mengatakan: ‘Bukankah dia telah memberitahu kita bahwa pada
hari anu akan terjadi anu (dan itu terjadi benar)’, sehingga dipercayalah
tukang sihir atau tukang ramal tersebut karena satu kalimat yang telah didengar
dari Iangit.” (HR. Al Bukhori).
Ilmu Ghoib Hanya
Milik Allah
Akhirnya kita
mengetahui bahwa ilmu para dukun dan konco-konconya hanyalah berasal dari
syaithan, si pencuri berita langit. Sebelum sampai kepada para dukun, syaithan
telah menambah kedustaan-kedustaan di dalamnya. Berita atau informasi yang ia
sampaikan terkadang bisa benar dan lebih banyak salahnya. Ditambah lagi dengan
berbagai macam bumbu-bumbu kebohongan oleh sang dukun, seperti pemenuhan
syarat-syarat supaya lebih terkesan ‘meyakinkan’. Tapi anehnya masih banyak
juga orang yang mendatangi dukun atau yang sejenisnya untuk bertanya
perkara-perkara ghoib, yang dukun itu sendiri tidak mengetahuinya. Kalau kita
mau berpikir sedikit kritis, siapakah yang mengabarkan kepada para dukun berita-berita
seputar nasib seseorang, mencari barang yang hilang? Apakah Allah mewahyukan
kepadanya? Ataukah Jibril mendatanginya? “Katakanlah: ‘Tidak ada seorangpun
di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah’, dan
mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” (Qs. An Naml:
65)
Renungkanlah!
Manusia mempunyai
kecenderungan untuk menerima sesuatu yang bathil. Buktinya, bagaimana mereka
bisa bersandar hanya kepada satu kebenaran saja yang diucapkan tukang ramal,
tanpa memperhitungkan atau mempertimbangkan seratus kebohongan yang
disampaikannya? Oleh karena itu serahkanlah segala urusan kepada pemiliknya.
Segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah. Jika kita ditimpa musibah
kehilangan sesuatu yang amat kita cintai, maka jangan mendatangi para dukun
apalagi paranormal. Tapi kembalikanlah kepada Allah. “Dan hanya kepada Allah
dikembalikan segala urusan.” (Qs. Al Baqoroh: 210).
Yakinlah, Allah
akan mengganti dengan yang lebih baik. Insya Allah.
Kiat Agar Telindung dari Sihir Dan Semacamnya
Alhamdulillah. Kita
panjatkan segala puji pada Allah dan kita meminta pertolonganNya. Seraya
memohon ampun dan meminta perlindunganNya dari segala keburukan jiwa dan dari
kejelekan amaliah. Barangsiapa yang telah Allah tunjukkan jalan baginya, maka
tiada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan
jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Allah limpahkanlah
salawat dan salam bagi Muhammad saw berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya,
semuanya.
Sihir adalah sebuah
kata yang kerap akrab di telinga kita. Siapa yang tidak tahu tentang sihir,
bahkan sekarang sihir telah menjadi suatu hiburan, wallahul musta’an. Padahal
jika kita mau menela’ah lebih dalam apa itu sihir, pasti akan kita dapati
bahaya yang sangat besar, terutama bahaya terhadap aqidah seorang muslim.
Apa Itu Sihir?
Sihir secara bahasa
digunakan untuk segala sesuatu hal yang sebabnya samar, lembut dan tidak jelas.
Adapun secara istilah, dikarenakan sihir memiliki berbagai macam bentuk dan
caranya berbeda-beda, maka tidak ada definisi yang lengkap mencakup makna
sihir. Di dalam kitab Adhwa-ul Bayan (4: 444) dijelaskan, “Ketahuilah,
sesungguhnya sihir itu secara istilah tidak mungkin di definisikan dengan satu
definisi yang lengkap mencakup semua jenis sihir dan mencegah yang bukan
termasuk bagian sihir untuk masuk ke dalam bagian dari definisi tersebut,
dikarenakan jenisnya yang banyak dan berbeda-beda yang masuk ke dalam istilah
sihir. Tidak akan terwujud titik kesamaan di antara jenis sihir yang bisa
mencakup semua macam jenis dan mencegah hal-hal yang termasuk sihir untuk masuk
ke dalam definisi sihir. Dan ‘ulama berbeda pendapat dalam menjelaskan istilah
tersebut, dengan perbedaan yang sangat mencolok.”
Bahaya Sihir
Sesuatu yang dimiliki
oleh setiap muslim di dunia ini lebih mahal dibanding apa pun adalah agamanya.
Orang yang berakal pasti menjaga agamanya dan tidak akan pernah ridha dengan
perbuatan yang dapat merusak atau melemahkan atau mengotori aqidahnya.
Melakukan sihir dan pergi untuk meminta tukang sihir untuk melakukan sihir
dapat membahayakan aqidah, bahkan meminta tukang sihir untuk melakukan sihir
menjadi salah satu penyebab batalnya Islam seseorang.
Maka tukang sihir dan
orang yang pergi ke tukang sihir untuk minta disihirkan, keduanya dihukumi
sama. Dan sihir merupakan suatu keharaman dalam semua ajaran Rasul. Allah
Ta’ala berfirman,
وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا
صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى
“Dan lemparkanlah
apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka
perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir
(belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia
datang"..” (QS. Thaha: 69)
Barangsiapa yang
telah melakukan sihir, maka ia telah terjerumus dalam kesyirikan. Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Dan barangsiapa yang
melakukan sihir, maka ia telah Syirik.” (Diriwatkan An-Nasa-i). Disebutkan
dalam Fathul Majid (231), “Ini adalah dalil tegas bahwa tukang sihir adalah
Musyrik.”
Kiat Agar Terlindung
dari Sihir
Di bawah ini ada
beberapa hal yang dapat melindungi dan menjaga kita dari pengaruh sihir
Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang mendirikan shalat
shubuh, maka ia berada di dalam jaminan perlindungan Allah” (HR.
Muslim). Barangsiapa yang menjaga shalat shubuhnya, maka ia akan mendapat
perlindungan dari Allah atas gangguan setan-setan yang ingin melakukan sihir.
2. Membaca Surah Al-Baqarah di Dalam Rumah
Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Bacalah Surah Al-Baqarah! Karena
sesungguhnya mengambilnya (membacanya) adalah barakah dan meninggalkannya
adalah penyesalan (kerugian), dan sihir tidak akan mampu menghadapinya” (HR.
Muslim)
3. Menjaga Bacaan Mu’awwidzatain (Surah
Al-Falaq dan An-Nas) pada Waktu Shubuh dan Petang
Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang membacanya tiga
kali pada waktu shubuh dan pada waktu petang, maka tidak ada yang bisa
membahayakannya sesuatu apa pun.” (HR. Abu Dawud)
4. Membaca Ayat Kursi
Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Apabila engkau
mendatangi tempat tidur (di malam hari), bacalah Ayat Kursi, niscaya Allah akan
senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi” (HR.
Al-Bukhari)
5. Membaca Dua Ayat Terakhir dari Surah
Al-Baqarah
Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir
dari surah Al-Baqarah di malam hari, maka keduanya telah mencukupinya.” (Muttafaqun
‘alaih)
6. Memakan Tujuh Buah Kurma ‘Ajwah
Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang
memakan tujuh buah kurma ‘Ajwah di pagi hari, maka tidak ada yang bisa
membahayakannya pada hari itu, baik racun dan sihir.” (Muttafaqun
‘alaih)
Sungguh begitu besar
bahaya sihir bagi seorang muslim. Sihir tidak hanya membahayakan jiwa
seseorang, namun dapat merusak aqidah seseorang. Sehingga bisa menjadi salah
satu sebab batalnya keislaman seorang muslim. Semoga Allah senantiasa menjaga
kita semua dari pengaruh buruk sihir dan para tukang sihir.
Menyingkap Bahasa dan Bangsa Kaum Jin
Alhamdulillah. Kita
panjatkan segala puji pada Allah dan kita meminta pertolonganNya. Seraya
memohon ampun dan meminta perlindunganNya dari segala keburukan jiwa dan dari
kejelekan amaliah. Barangsiapa yang telah Allah tunjukkan jalan baginya, maka
tiada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan
jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Allah limpahkanlah
salawat dan salam bagi Muhammad saw berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya,
semuanya.
Menyingkap Bahasa dan Bangsa Jin
“Yang tampak, jin memiliki bahasa sebagaimana
manusia, yaitu bahasa yang beraneka ragam. Di antara mereka, ada yang berbahasa
Inggris, ada yang berbahasa Perancis, dan ada yang berbahasa Amerika. Di
kalangan kaum Jin, ada yang berbahasa non-Arab dan ada pula yang berbahasa
Arab, karena di antara mereka ada berbagai macam bangsa. Allah berfirman
mengenai kaum jin,
وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا
دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
“Dan sesungguhnya,
di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara Kami ada (pula) yang
tidak demikian halnya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.’ (Q.S.
Al-Jin:11)
Kaum jin itu ada
berkelompok-kelompok, sebagaimana firman Allah,
وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا
الْقَاسِطُونَ
“Dan sesungguhnya,
di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang
menyimpang dari kebenaran.’ (Q.S. Al-Jin:14)
Kaum jin itu terdapat
dalam beberapa kelompok, ada yang baik dan ada yang jahat. Di antara mereka,
ada yang Jahmi (pengikut Jahmiyah), ada yang Sunni, ada yang Rafidhah (Syi’ah),
ada yang Nasrani, ada yang Yahudi, dan lain-lain. Mereka itu berpecah-belah dalam
berbagai kelompok, sebagaimana firman Allah,
وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا
دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
“Dan sesungguhnya,
di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang
tidak demikian halnya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.’ (Q.S.
Al-Jin:11).
Kata ‘دُونَ
ذَلِكَ‘ bersifat umum, artinya kaum jin
sendiri terpecah-pecah menjadi kelompok yang lain.”
Minggu, 20 Mei 2012
Budaya Sampah, Budak Syahwat Dan Generasi Sampah
Amerika Serikat yang
sudah menjadi kerajaan Zionisme itu,
bukan hanya melakukan invasi militer ke Irak, Afghanistan, Palestina, Yaman,
dan sejumlah negara lainnya dengan menggunakan kekuatan militernya, tetapi
kerajaan Zionisme itu dengan menggunakan budayanya (Barat) berhasil
menghancurkan generasi muda Islam.
Amerika Serikat yang
sudah menjadi kearajaan Zionisme itu, bukan hanya menghancurkan dengan senjata
dan bom, yang meluluh-lantakkan negeri-negeri Muslim, dan jutaan Muslim yang
tewas, dan jutaan lainnya yang luka, kehilangan tempat tinggalnya, meninggalkan
negerinya, tetapi kerajaan Zionisme itu, lebih dahsyat lagi menghancurkan
keyakinan Muslim di seluruh dunia Islam.
...APAKAH INI AKHIR GENERASI ISLAM, PEMUJA SYETAN DIPUJA DAN DI
JADIKAN KIBLAT…
Ketika Muslim
menyaksikan saat Amerika Serikat melakukan serangan atas kota Bagdad dengan
rudal tomhawk yang diluncurkan dari kapal induknya di Teluk, dan menghancurkan
kota Bagdad, serta menampakkan bola api yang menjulang ke langit, disertai
suara ledakan yang sangat dahsyat, dan bersamaan itu pula, kerajaan Zionisme melakukan penghancuran secara total keyakinan
Muslim di seluruh dunia.
Muslim hanya termangu
melihat kehancuran kota Bagdad, Gaza, Kabul, Kandahar di Afghanistan, dan
kota-kota Muslim lainnya, akibat bombardmen (pemboman) pasukan Amerika Serikat
dan Sekutu. Muslim juga larut, tanpa daya, saat kerajaan Zionisme dunia itu
menghancurkan keyakinan mereka. Mereka tak merasakan bahwa kerajaan Zionisme
dunia sedang menghancurkan mereka. Muslim malah menikmati suguhan “racun”
budaya yang sangat mematikan bagi kehidupan mereka.
Muslim sibuk melakukan “munasharah” saat Zionis-Israel
melakukan invasi militer ke Gaza, yang menewaskan ratusan dan melukai ribuan
warga Gaza. Muslim sangat prihatin saat kerajaan Zionis itu menghancurkan
Sabra-Satila di Lebanon. Tetapi, tidak ada yang menyadari bepata kerajaan
Zionis itu, sudah sangat berhasil menghancurkan keyakinan Muslim, terutama
keyakinan Islam mereka.
Bagaimana Amerika
Serikat yang sudah menjadi kerajaan Zionisme dunia itu, melalui budaya
materialisme yang memuja syahwat, sudah menyusup ke relung-relung hati,
perasaan, pikiran, dan melahirkan tingkat laku dikalangan Muslim, terutama generasi mudanya. Zionisme
berhasil menghancurkan secara total budaya Islam, dan menggantikan dengan
budaya hedonisme.
…BUDAYA SAMPAH…GENERASI NYA JUGA SAMPAH…
Budaya yang memuja
syahwat, kenikmatan dunia, dan tidak lagi mengenal agama (Islam), dan bahkan
sekarang mereka sudah meninggalkan agama mereka. Zionisme sudah berhasil
memporak-poranda keyakinan Muslim, dan menjadikan hedonisme, permissivisme,
kebebasan, dan kesamaan sebagai “agama” baru mereka.
Muslim di dunia Islam
menggndrungi semua produk-produk budaya Barat. Film, musik, seni, makanan, dan
bahkan mengindolakan artis-artis Barat. Artis dan bintang yang berasal dari
kerajaan Zionisme menjadi pujaan mereka. Mereka memuja artis, bintang film,
pemain bola, basket, dan sejenisnya. Melalui media massa budaya dan nilai-nilai
Barat yang merupakan produk Zionisme
ditranformasikan ke dalam kehidupan Muslim secara menyeluruh.
Apalagi sekarang ini
ratusan konser musik yang menghandirkan bintang-bintang, artis, dan penyanyi
Barat, menggerogoti keyakinan Muslim dan generasi mudanya. Setiap tahunnya
ratusan konser musik, belum lagi melalui media, dan sejenisnya berhasil
mengubah kehidupan mereka. Mereka yang sudah tersusupi budaya materialisme itu,
mengikuti pemilihan-pemilihan “bintang” yang menjadi “idola” baru dikalangan
muda.
Bagaimana anak-anak
muda Muslim sekarang begitu nafsunya mengikuti kontes-kontes "idol"
dan ingin menjadi “artis” yang populer, mulai dari New York, sampai Jakarta.
Dengan kontes itu mereka diorbitkan menjadi orang yang paling terkenal, menjadi
bintang, artis, dan tokoh muda, sehingga semuanya mendatangkan kenikmatan bagi
mereka. Tak kurang orang tua mereka ikut berbangga.
Fenomena generasi
muda Muslim di Indonesia yang begitu nafsu dan gila terhadap Lady GaGa, hanya
menunjukkan ujung kehancuran keyakinan
generasi Muslim, yang sudah jauh dan tidak lagi mengenal Islam. Mereka sudah
menjadi budak budaya syahwat dari kerajaan Zionis dunia yang ditampilkan
melalui Lady GaGa. Betapa suramnya masa depan generasi Muslim di masa depan.
Waktu mereka habis
hanya digunakan melihat, mengagumi, para artis, para bintang, pemain sepak
bola, basket, dan bahkan mereka sudah kehilangan kesadaran bersifat kolektif,
karena tersihir oleh budaya Barat yang diciptakan Zionisme.
Budaya sampah
materialisme yang disengaja di produk kerajaan Zionisme itu, sekarang melumpuhkan
secara total Muslim dan generasi mudanya. Mereka menjadi generasi loyo,
generasi yang kehilangan ghiroh, kehilangan identitas, dan akhirnya menjadi
generasi sampah. Tak berguna bagi masa depan Islam.
Setiap malam akhir
pekan, mereka hanya bisa nongkrong, duduk-duduk, sambil menikmati musik,
penampilan artis, bintang film, dan para penyembah setan, yang menyebabkan
mereka tenggelam dalam kehancuran. Kehidupan mereka sudah tidak berarti lagi,
dan mereka terjebak dalam kemaksiatan
yang nyata. Tak jarang pula mereka terlibat dalam sek bebas. Inilah malapetaka
masa depan Muslim.
Semakin sedikit
Muslim dan generasi mudanya, yang hidup puritan (shalih), menjauhkan diri dari
kemaksiatan, kemungkaran, dan hedonisme.
Mereka tak lagi tertarik dengan kehidupan yang bersih (zuhud), tetapi
lebih memilih kehidupan hura-hura, yang sangat tidak bermanfaat. Kerajaan
Zionisme dunia, bukan hanya menghancurkan secara pisik, tetapi sudah berhasil
menghancurkan keyakinan Muslim, sampai ke ujung-ujung. Tidak ada lagi yang
kokoh memegang keyakinan mereka.
Memang di akhir zaman
ini memegang Islam itu, digambarkan oleh
Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, seperti memegang bara api. Betapa
beratnya tetap bisa sabar dengan Islam dan tetap beriltizam dengan al-haq di
akhir zaman ini. Semua manusia
berbondong-bondong mengikuti dan bertiba’ kepada hawa nafsu dan menyembah
setan. Wallahu’alam.
Renungan Buat Anak Gaul yang Ngefan Banget Sama Artis
Faiz suka banget sama
grup band Armada, walaupun lagunya kadang-kadang “melo” tapi menurut Faiz,
Armada tuh “gue banget”. Hitsnya selalu menjadi hapalan wajib. Sampai hits
terbaru armada jadi ringtone hape Faiz. Dia pun selalu rajin mengikuti
perkembangan band favoritnya tersebut lewat fb. Faiz pun mengikuti gaya
rambutnya Rizal sang vokalis, hanya saja Faiz nggak berani ikutan gondrong
karena di sekolahnya, siswa lelaki dilarang keras berambut gondrong.
Lain lagi dengan
Dinda. Gadis manis yang selalu berjilbab cerah itu ternyata nge-fans berat sama
SuJu (Super Junior). Meskipun teman-teman ROHIS (Rohani Islam) -nya sudah
mengingatkan Dinda untuk tidak menonoton konser SuJu di Ancol akhir bulan lalu
tapi diam-diam Dinda pergi juga menonton. Itu pun tanpa sepengetahuan ayah dan
Ibu Dinda. Dinda berpamitan pada orangtuanya untuk menginap dalam rangka
belajar bersama di rumah salah seorang teman yang sudah dikenal orangtuanya.
Pulang dari konser
SuJu, Dinda terlihat murung. Dinda malah merasa tidak mendapatkan kepuasan
apa-apa. Berdesak-desakan dengan ELF (penggemar SuJu), menonton idolanya
bergaya di panggung, dan berusaha untuk fun menikmati hentakan musik, tapi
entah mengapa Dinda malah merasa semua itu sia-sia. Dinda malah merasa bersalah
telah berbohong pada kedua orangtuanya.
…Idolakanlah orang yang mendorong kita untuk selalu dekat dengan
kebaikan…
Fenomena
mengelu-elukan artis memang sebuah pemandangan yang tak asing terjadi. Memang
sih nggak melulu pelakunya kita-kita, yang masih remaja. Namun, polah
teman-teman kita yang pagi-pagi sudah menjadi penonton acara musik live di
televisi, seakan menjadi sebuah tren yang membenarkan kalau yang hobi
ngejar-ngejar idola itu ya kita para remaja. Nggak gaul kalau belum pernah
nonton live artis atau memfoto langsung sang idola. Sampai akhirnya banyak
teman kita yang katanya sedang mencari jati diri dengan mengidolakan seseorang,
kemudian sama sekali kehilangan jati dirinya karena meng-copy paste
habis-habisan sang idola.
Idola memang
diperlukan dalam pengembangan kepribadian seseorang. Karena, manusia pada
dasarnya memang membutuhkan panutan yang bisa menjadi cermin saat harus
menentukan apa yang harus dipilih. Punya idola memang naluriah tetapi mencari
dan menetapkan siapa idola kita, juga harus benar-benar sosok yang luar biasa
yang bahkan lebih mulia dari kita manusia biasa. Jangan sampai idola kita
tersebut malah membuat kita menjauhi kebenaran, semakin dekat dengan keburukan,
bahkan membuat kita lalai dari Allah SWT.
…Mengidolakan Rasulullah tidak akan membuat kita ilfil (ilang
feeling), justru akan membuat kita lebih semangat berbuat kebaikan…
Jangan sampai kita
terjebak pada kekaguman kita pada sang idola kemudian melakukan hal negatif
seperti yang dilakukan oleh Dinda yang berbohong pada orangtuanya. Juga jangan
mengidolakan orang yang mendorong kita atau membiarkan kita melakukan tindakan
yang buruk.
Oleh karena itu,
idolakanlah orang yang mendorong kita untuk selalu dekat dengan kebaikan bahkan
yang pertama kali konsisten melakukan kebaikan tersebut. Maka, tentu tidak ada
pilihan yang terbaik kecuali Rasulullah SAW. Soalnya, tentu kita tidak
mengetahui seorang pun yang menyamai Rasulullah dalam hal kebaikan dan teladan
untuk selalu taat kepada Allah SWT. Mengapa harus kita harus tahu siapa dan
bagaimana idola kita? Sebab, Allah SWT bertitah gini, Sobat:
وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
“Dan janganlah
kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati; semua itu akan dimintai
pertanggungjawaban.” (Qs Al-Israa:36)
Insya Allah,
mencintai dan mengidolakan Rasulullah tidak akan membuat kita ilfil (ilang
feeling) seperti yang dialami Dinda selepas nonton konsernya SuJu. Mengidolakan
Rasulullah SAW justru akan membuat kita lebih semangat berbuat kebaikan.
Mengikuti Rasulullah SAW juga akan membuat hati kita berbunga-bunga selalu
karena akan banyak orang yang juga semakin mencintai kita karena pribadi kita
yang semakin mempesona. [Prima Arina/voa-islam.com]
Rahasia Amalan Pemikat Wanita Agar Menjadi Istri Tercinta
Al-Hamdulillah,
segala puji bagi Allah yang dari-Nya semua nikmat berasal. Shalawat dan salam
semoga terlimpah dan tercurah kepada baginda Rasulillah Muhammad Shallallahu
'Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Tidak ada amalan
tertentu untuk menggait wanita atau pasangan yang Anda cintai. Islam sebagai
agama yang paripurna, yang diturunkan oleh Dzat Yang Maha Hikmah, tidaklah
mengajarkan umatnya amalan atau bacaan tertentu untuk mencari perhatian atau
simpati orang lain. Karena motivasi beramal yang dituntunkan dalam Islam adalah
motivasi yang sangat tinggi, motivasi balasan yang sangat mulia dan tiada tara
nilainya, itulah keridhaan Allah dan
surga. Bukan untuk tujuan picisan,
semacam menggait wanita, pasangan yang dicintai, atau tujuan dunia lainnya.
Bahkan Allah memberi
ancaman, orang yang beramal karena motivasi dunia, tidak akan mendapatkan
bagian di akhirat,
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا
نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا
(18) وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ
كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا (19(
“Barangsiapa
menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia
itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan
baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu
dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah
orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS. Al-Isra: 18 - 19)
Sebagai orang yang
beriman, tentu saja kita tidak menginginkan amalan yang seharusnya bernilai
besar ini, hanya dibalas dengan sesuatu yang murah atau bahkan sepele
dibandingkan balasan akhirat. lebih-lebih, jika kemudian Allah mengancam orang
semacam ini dengan neraka.
Karena itu,
barangkali Anda pernah mendengar ada amal tertentu atau bacaan tertentu yang
manfaatnya bisa untuk meningkatkan aura tubuh dan menggaet simpati lawan jenis,
semua ini BUKAN bagian dari Islam, meskipun berkedok Islam. Semacam anggapan
bahwa membaca ayat tertentu di surat Yusuf akan bisa memikat hati lawan,
membaca doa pengasihan aura Yusuf, atau Al-fatihah bisa untuk pesugihan, dst.
Yakini bahwa itu bagian dari ilmu perdukunan (baca: pelet).
Untuk itu, kerap kita
jumpai amal dengan motivasi semacam ini banyak tersebar di kalangan masyarakat
yang gandrung dengan pengobatan alternatif, yang sejatinya adalah praktik
perdukunan. Bukti bahwa itu sejatinya perdukunan, dalam ritual pencarian aura
tersebut, doa pemikat ini dibaca 7 kali tanpa nafas. Sementara islam tidak
mengajarkan tindakan semacam ini, pada akhirnya, setan-pun mendukungnya.
Kendati pun
kemungkinan ada juga yang berhasil, namun perlu Anda perhatikan, sesungguhnya
keberhasilan itu bukan karena Allah ridha, atau Allah memperkenankan ibadah dan
doa Anda. Bukan, sekali lagi bukan
demikian. Akan tetapi itu semata-mata istidraj. Anda diujo (dibiarkan) agar
semakin sesat.
Lebih dari itu,
sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan Alquran untuk tujuan hina semacam ini.
Allah menurunkan Alquran untuk dibaca, dipelajari kandungan maknanya, dan
diamalkan.
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ
لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Ini adalah sebuah
kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka
memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang
mempunyai pikiran.” (QS. Shad: 29)
Demikian pula, dzikir
yang Allah ajarkan sejatinya adalah untuk mengagungkan nama Allah.
Oleh karena itu,
menggunakan ayat Alquran atau dzikir tertentu untuk tujuan selain itu,
hakikatnya adalah tindakan pelecehan dan penyalah-gunaan Alquran dan dzikir.
Tentu kita tidak ingin dikatakan sebagai manusia yang berani bersikap lancang
semacam ini.
Tapi keterangan ini
bukanlah bertujuan membuat Anda putus asa. Anda boleh berupaya untuk
mendapatkan apa yang Anda inginkan. Selama itu halal dan tidak ada pelanggaran
syariat, Anda dipersilahkan untuk mewujudkannya. Hanya saja, bukan dengan cara
mengorbankan amal shaleh semacam ini. atau dengan cara yang merupakan turunan
dari ilmu perdukunan.
Kita masih punya doa.
Allah Maha mendengar, Allah Maha memahami maksud Anda, Allah Maha Memahami
bahasa. Berdoalah, dan mintalah kepada Allah, minta apa yang Anda inginkan. Dan
jangan lupa, iringi doa Anda dengan amal shaleh. karena dengan amal ini akan
menambah peluang dikabulkannya doa Anda.
Kemudian penting
untuk kita perhatikan, sesuangguhnya Allah-lah Dzat yang paling paham dengan
jodoh yanng terbaik utk kita. Untuk itu, dalam urusan semacam ini, selayaknya
bentuk doanya sifat digantungkan kepada Allah. Karena itulah, dalam berbagai
urusan yang penting, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk
istikharah. Tata cara istikharah dapat Anda pelajari di:



















